Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2010

Buah Delima Tangkal Kanker Payudara
Rabu, 6 Januari 2010 | 10:51 WIB

shutterstock

Buah Delima

KOMPAS.com – Buah delima kini makin populer karena khasiatnya yang menguntungkan bagi kesehatan. Selain baik untuk jantung ternyata buah delima juga efektif untuk melawan kanker payudara.

Hasil tes di laboratorium menunjukkan delima (pomegranates) mengandung senyawa kimia yang mampu mengurangi risiko terbentuknya hormon yang menyebabkan kanker payudara.

Buah yang rasanya segar dan manis ini mengandung fitokimia serta tinggi kandungan polifenol antioksidan. Senyawa tersebut berfungsi menghambat enzim yang berkaitan dengan perkembangan estrogen. Kanker payudara sangat dipengaruhi hormon estrogen. Jika seorang perempuan sudah tidak lagi memproduksi hormon estrogen, risiko terkena kanker payudara akan menurun.

“Kami cukup terkejut oleh hasil riset kami. Sebelumnya kami menemukan buah-buahan lain, seperti anggur, mampu bekerja sebagai penghambat enzim, namun ternyata fitokimia pada buah delima dan anggur ternyata berbeda,” kata Shuan Chen, ketua peneliti dari Breast Cancer Research Program di City of Hope, California, AS.

Meski demikian, para peneliti belum bisa memastikan berapa dosis yang efektif untuk mencegah kanker payadara mengingat senyawa kimia yang berasal dari makanan tidak mudah diserap.

Namun, para ahli mengatakan tak ada salahnya mengonsumsi minuman sari buah delima, apalagi kandungan antioksidan dalam satu gelas delima lebih banyak dibanding dengan satu gelas red wine, teh hijau, atau orange juice. “Selain mencegah perkembangan kanker payudara, sari buah delima juga akan melindungi organ dan jaringan tubuh lainnya,” kata Chen.

Advertisements

Read Full Post »

Penyesalan yang Terlambat Penderita HIV

Nurul Ulfah – detikHealth

img
Ilustrasi (Foto: allianz)

Jakarta, Sejak usia 17 tahun, pemuda E sudah kenal dengan narkoba dan seks bebas. Selama 8 tahun berkubang kenikmatan yang menyesatkan. Ketika dirinya tersadar dan ingin bertobat tanpa diduga penyakit HIV AIDS membalas kelakuan buruknya.

Pria berumur 33 tahun yang minta dirahasiakan namanya itu mengaku terjerumus narkoba dan seks bebas pada tahun 1994. Semua berawal dari lingkungan.

“Itu karena pengaruh lingkungan yang sangat kuat. Saya sendiri tidak tahu dapat virus itu dari mana, apakah dari seks bebas atau dari narkoba. Kemungkinannya fifty-fifty,” tuturnya ketika ditemui dalam acara seminar ‘Membangun Kemandirian untuk Meningkatkan Upaya Penanggulangan AIDS di Indonesia’ di FKUI-RSCM, Salemba, Jakarta (31/12/2009).

Keinginan untuk berhenti mengonsumsi narkoba muncul pada tahun 2002. “Saya mulai merasa sayang karena uang yang saya dapat dari kerjaan harus dipakai untuk narkoba,” ujarnya.

Tapi tobat yang dilakukan rupanya sudah terlambat. Virus HIV sudah masuk ke tubuhnya yang menyerang kekebalan tubuhnya hingga tiga kali masuk UGD.

“Awalnya saya didiagnosa tifus karena gejala pertamanya hampir sama yaitu panas tinggi nggak turun-turun. Tapi setelah tiga kali bolak balik UGD, dokter mulai curiga dan akhirnya saya dites HIV,” jelasnya.

Meski sempat terpukul menerima kenyataan pahit tersebut, E mulai bisa menerima kondisinya. Dengan dukungan keluarga dan teman-temannya, E kini berhasil mempertahankan kekebalan tubuhnya dengan rutin mengonsumsi obat Antiretroviral (ARV). Dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun, obat ARV mampu meningkatkan kekebalan tubuhnya hingga berkali-kali lipat.

“Sebelumnya sistem imun saya sangat lemah. Saya kena anemia, penglihatan kabur, gatal-gatal, toksoplasma dan streptococus. Tapi karena rutin konsumsi ARV, alhamdulillah saya lebih kuat,” tuturnya.

Sejak tahun 2004 obat Antiretroviral disubsidi oleh pemerintah sehingga masyarakat tidak perlu lagi membayar sekitar Rp 300-500 ribu untuk mendapatkan obat tersebut (60 tablet untuk 1 bulan). Cukup dengan rutin mengonsumsi ARV dua kali sehari (pagi dan malam), seorang penderita virus HIV bisa bertahan bahkan bisa sembuh.

Meski keadaannya kini sudah membaik dan stabil, tapi E masih punya beban mental yang dirasakannya. “Ketakutan saya adalah ketika orang lain tahu kita punya HIV. Mereka takut ketularan dan mengira virusnya bisa pindah lewat air liur atau jabatan tangan, padahal itu tidak benar,” ujar pria yang kini aktif sebagai counsellor di support group Pokdisus AIDS di RSCM.

E pun menyarankan agar penderita HIV sebaiknya jangan mau kalah dengan virus tersebut. “Obatnya sudah ada, gratis pula. Hanya bayar 60 ribu per bulan, itu pun bukan untuk beli obat tapi untuk konsultasi dokter,” ujar pria asal Jakarta yang merupakan sarjana lulusan universitas ternama di Indonesia.

Jalani hidup sehat, jauhi narkoba dan seks bebas jika tak ingin menyesal seumur hidup.

Read Full Post »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Read Full Post »

RAHASIA WANITA

Wanita adalah mahluk ciptaan tuhan yang tahan banting, kesabarannya jauh di atas lelaki. Dia akan menjadi setia jika dia merasa nyaman dan ada yang melindungi dia. Karena kelemahannya adalah dia perlu tempat bersandar jika lelah dan berteduh jika kehujanan atau kepanasan yang menyayanginya lahir dan bathin. Lelaki yang bisa memberikan nasehat, perhatian seperti pohon yang berdiri kokoh dengan daun yang rindang tanpa lelah memberikan keteduhan bagi yang bersandar dan berteduh dibawahnya, maka dia akan selalu memenangkan hati wanita. Wanita akan tidak nyaman dengan lelaki yang tidak punya pendirian apalagi sering memarahi wanita. Ibaratnya perahu dengan penumpang dan nahkodanya. Jika penumpangnya adalah wanita maka nahkoda adalah lelaki itu sendiri, penumpang akan nyaman jika dia tahu nahkodanya akan membawa dia kemana, saat badai menerpa ditengah laut kehidupan disitu penumpang ini butuh keyakinan dari nahkodanya jika dia akan baik-baik saja. Tanpa harus berkata tetapi dengan langkah-langkah pasti dari penyelamatan yang dia rencanakan dan lakukan maka penumpang ini akan percaya kalau dia ada di perahu yang tepat. Wanita suka pujian dan juga mengargai koreksi jika disampaikan dengan penuh kasih sayang.

Read Full Post »